![]() |
| Foto: Foto Bersama warga KBG |
Kumba, 9 Agustus 2026 — Udara pagi yang dingin dan suasana yang masih diselimuti keheningan tidak menyurutkan semangat warga KBG Santa Theodosia untuk mengambil bagian dalam pelayanan Gereja. Sejak pagi hari, warga KBG Santa Theodosia telah hadir untuk menjalankan tugas koor pada Misa pertama di Paroki Santo Mikael Kumba, Minggu (9/8/2026).
Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 05.30 WITA itu dihadiri oleh umat Paroki Santo Mikael Kumba. Di tengah udara pagi yang cukup dingin, suara lagu-lagu liturgi yang dibawakan oleh koor KBG Santa Theodosia turut menghidupkan suasana perayaan dan membantu umat semakin menghayati perayaan Ekaristi.
Bagi warga KBG Santa Theodosia, tugas koor bukan sekadar menjalankan tanggung jawab yang telah dipercayakan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan diri dalam pelayanan kepada Gereja. Kesediaan untuk hadir sejak pagi menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja.
Persiapan untuk pelayanan tersebut dilakukan dengan penuh kebersamaan. Setiap anggota yang terlibat mengambil bagian sesuai dengan tugasnya. Kekompakan dan kerja sama menjadi kekuatan utama sehingga pelayanan koor dapat berlangsung dengan baik sepanjang perayaan Misa.
Semangat pelayanan itu tampak dari kehadiran warga KBG yang tetap antusias meskipun harus memulai aktivitas sejak dini hari. Bagi mereka, rasa dingin dan kantuk bukan menjadi alasan untuk mengabaikan tugas pelayanan. Sebaliknya, kesempatan untuk melayani menjadi sebuah sukacita tersendiri.
Apresiasi untuk Kebersamaan Warga KBG
Usai perayaan Ekaristi, Ketua KBG Santa Theodosia, Bapak Agustinus Agen, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh warga KBG yang telah mengambil bagian dalam pelayanan koor.
Dalam sambutan singkatnya, ia menyampaikan bahwa keberhasilan pelayanan tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan partisipasi seluruh warga KBG. Ia juga memberikan penghargaan atas kesediaan anggota untuk hadir, berlatih, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Terima kasih kepada seluruh warga KBG yang telah terlibat dalam pelayanan koor. Berkat kerja sama dan kebersamaan kita semua, tugas ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana,” ungkapnya.
Ucapan terima kasih tersebut menjadi bentuk penghargaan atas semangat warga KBG yang telah bersama-sama memberikan waktu, tenaga, dan kemampuan mereka untuk pelayanan Gereja.
Pelayanan sebagai Wujud Persaudaraan
Pelayanan koor pada Misa pertama ini menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana kehidupan Gereja dibangun melalui keterlibatan banyak orang. Setiap suara yang dinyanyikan, setiap kehadiran, dan setiap bentuk pelayanan menjadi bagian dari satu perayaan iman.
Bagi KBG Santa Theodosia, kebersamaan dalam pelayanan juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antarwarga. Melalui kegiatan seperti ini, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kehidupan komunitas terus dipelihara.
Minggu pagi itu pun menjadi pengingat bahwa pelayanan kepada Gereja tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Kesediaan untuk bangun lebih awal, hadir bersama, bernyanyi, dan memberikan kemampuan yang dimiliki sudah menjadi bentuk persembahan yang berarti.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, warga KBG Santa Theodosia diharapkan terus mengambil bagian dalam berbagai pelayanan dan kegiatan Gereja. Sebab, Gereja bukan hanya dibangun oleh mereka yang berdiri di altar, tetapi juga oleh umat yang dengan tulus hadir, melayani, dan berjalan bersama dalam kehidupan iman.

