| Foto: warga KBG St. Theodosia yang beru menyelesaikan doa bersama. |
Selasa, 16 Juni 2026, menjadi awal pelaksanaan doa bersama yang merupakan rangkaian kegiatan doa bulanan KBG St. Theodosia Langgo, Paroki Kumba. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi kegiatan doa bersama pada bulan Mei lalu.
Selain sebagai sarana untuk menjaga dan menumbuhkan iman, kegiatan ini juga bertujuan mempererat rasa kebersamaan dan kekompakan antarwarga KBG agar tetap terjalin dari waktu ke waktu melalui pertemuan doa bulanan. Melalui kegiatan sederhana ini, warga diajak untuk semakin mengenal satu sama lain, saling mendukung dalam kehidupan beriman, serta membangun semangat persaudaraan yang semakin kuat.
Kegiatan ini dihadiri oleh warga KBG dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Doa bersama berlangsung dengan khidmat dan dipandu oleh tuan rumah. Pada kesempatan pertama ini, kegiatan dilaksanakan di rumah Bapak R. H. Dewanto Dao.
Rangkaian doa berjalan dengan baik dan penuh kekhusyukan. Acara diawali dengan doa pembuka, dilanjutkan dengan pembacaan Injil, renungan singkat, serta satu peristiwa Rosario. Seluruh umat yang hadir mengikuti jalannya doa dengan penuh perhatian dan semangat kebersamaan.
Dalam renungannya, beliau mengutip sabda Yesus:
"Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu."
Kalimat ini terdengar indah, tetapi sangat sulit untuk dijalani, apalagi di zaman saat ini. Kita hidup di dunia yang penuh komentar pedas, ujaran kebencian, persaingan yang tidak sehat, dan luka akibat dikhianati orang terdekat. Musuh hari ini mungkin bukan orang yang mengangkat senjata, tetapi mereka yang menyakiti kita melalui kata-kata, sikap, atau perbuatan.
Yesus tidak meminta kita berpura-pura bahwa luka itu tidak ada. Ia tahu bahwa mengasihi musuh adalah hal yang berat. Namun, Ia mengajarkan bahwa dengan tidak membalas dendam, kita keluar dari lingkaran kebencian. Ia mengajak kita untuk mendoakan orang yang menyakiti kita, dan dengan demikian menyembuhkan diri kita sendiri.
Mengasihi musuh bukan berarti membenarkan kejahatan atau perbuatan buruk yang dilakukan. Mengasihi berarti menolak menjadi sama jahatnya.
Yesus memanggil kita untuk menjadi murid-Nya yang membawa terang, bukan ikut menambah kegelapan. Sebagai pengikut Kristus, kita diajak untuk menghadirkan kasih, pengampunan, dan kedamaian di tengah kehidupan sehari-hari, bahkan kepada mereka yang mungkin pernah melukai atau mengecewakan kita.
Setelah doa selesai, kegiatan dilanjutkan dengan beberapa penyampaian dari Ketua KBG, Bapak Agustinus Agen. Dalam pesannya, beliau mengajak seluruh warga KBG untuk turut mengundang anggota kelompok yang belum sempat hadir agar dapat berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan berikutnya.
| Foto: Bapak Agustinus Agen, selaku ketua KBG menyampaikan beberpa penyampaian setelah selesai doa bersama. |
Beliau juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh warga kelompok dalam agenda rutin ini. Menurutnya, kebersamaan, persaudaraan, dan pertumbuhan iman akan semakin kuat apabila seluruh anggota KBG mengambil bagian dan hadir secara aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan bersama. Kegiatan doa bulanan ini bukan hanya menjadi sarana untuk berdoa, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarumat dalam semangat kekeluargaan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan minum bersama dan ramah tamah sederhana yang menjadi kesempatan bagi warga untuk saling menyapa, berbagi cerita, dan mempererat hubungan persaudaraan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan yang terjalin selama kegiatan menjadi tanda bahwa doa bersama tidak hanya memperkuat relasi dengan Tuhan, tetapi juga mempererat ikatan antarwarga KBG.
Melalui kegiatan ini, KBG St. Theodosia Langgo berharap semangat kebersamaan, pelayanan, dan kehidupan menggereja terus tumbuh di tengah umat. Doa bulanan yang akan dilaksanakan secara bergilir dari rumah ke rumah diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap kehidupan komunitas basis gerejawi.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam doa bersama ini juga menjadi teladan yang diwariskan oleh Santa Theodosia. Keteguhan iman, keberanian dalam mempertahankan nilai-nilai Kristiani, serta kesetiaannya kepada Tuhan mengingatkan umat bahwa kehidupan beriman tidak dijalani seorang diri, melainkan dalam kebersamaan sebagai satu keluarga Allah. Karena itu, melalui pertemuan-pertemuan sederhana seperti ini, warga KBG diajak untuk terus menumbuhkan kasih, saling mendukung, dan berjalan bersama dalam terang Kristus.
Sebagaimana sabda Tuhan, "Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka" (Mat. 18:20), kiranya kehadiran Kristus senantiasa menyertai perjalanan KBG St. Theodosia Langgo dalam membangun iman, persaudaraan, dan pelayanan di tengah Gereja serta masyarakat.
Oleh: Kaum Muda KBG