Bacaan Injil: Matius 9:14-17
“Anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula.”
Hari ini para murid Yohanes datang kepada Yesus dan bertanya mengapa mereka dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid Yesus tidak. Yesus menjawab dengan gambaran yang sederhana tetapi sangat dalam: tentang mempelai, kain baru, dan anggur baru. (Catholic Online) (Catholic Gallery)
Inti sabda hari ini adalah satu: Tuhan selalu membawa pembaruan. Yesus datang bukan sekadar menambal hidup lama kita. Ia datang untuk memperbarui seluruh hidup kita. Masalahnya, sering kali kita ingin Tuhan masuk ke dalam hidup, tetapi tanpa mengubah apa pun.
Kita mau berkat-Nya, tetapi tetap mempertahankan kebiasaan lama. Kita mau damai, tetapi masih memelihara dendam. Kita mau dekat dengan Tuhan, tetapi tetap hidup dalam pola lama yang menjauhkan kita dari-Nya. Itulah yang dimaksud Yesus dengan anggur baru dan kantong baru. Rahmat Tuhan itu selalu baru. Tetapi kalau hati kita tetap keras, tertutup, dan tidak mau berubah, rahmat itu sulit bertumbuh.
Hari ini banyak orang ingin hidup baru, tetapi tanpa pertobatan. Ingin keluarga damai, tetapi tidak mau mengalah. Ingin relasi sembuh, tetapi tidak mau mengampuni. Ingin iman bertumbuh, tetapi tidak mau menyediakan waktu untuk doa. Padahal pembaruan selalu menuntut keberanian untuk meninggalkan yang lama.
Bacaan pertama dari Nabi Amos juga berbicara tentang pemulihan. Tuhan berjanji membangun kembali yang runtuh dan memulihkan yang hancur. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah selesai dengan hidup kita. Selalu ada kesempatan baru. (Catholic Online)
Santo Agustinus dari Hippo pernah berkata: “Tuhan yang menciptakan engkau tanpa engkau, tidak akan menyelamatkan engkau tanpa engkau.” Artinya, rahmat Tuhan butuh jawaban dari kita. Tuhan siap memperbarui hidup kita. Tetapi kita juga harus siap membuka hati.
Hari ini Gereja pun terus dipanggil untuk menjadi “kantong baru”: bukan Gereja yang kaku dan tertutup, tetapi Gereja yang hidup, yang mendengar zaman, yang tetap setia pada Injil,
dan berani merangkul mereka yang terluka. Paus Pope Francis sering mengingatkan bahwa iman bukan benda museum, tetapi hidup yang terus bertumbuh.
Pertanyaannya hari ini: Apa yang masih “lama” dalam diriku yang perlu diperbarui? Kebiasaan apa yang harus kulepaskan? Luka apa yang harus kubiarkan Tuhan sembuhkan? Dan apakah hatiku cukup terbuka menerima anggur baru dari Tuhan?
Jangan takut berubah. Karena sering kali Tuhan bekerja justru saat kita berani melepaskan yang lama. Dan di situlah hidup baru dimulai.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, perbaruilah hati kami agar layak menerima rahmat-Mu yang selalu baru. Lepaskan kami dari kebiasaan lama yang menjauhkan kami dari-Mu, dan bentuklah hati kami menjadi tempat yang hidup bagi kasih-Mu. Ajarlah kami berani berubah dan setia berjalan dalam pembaruan-Mu. Amin.
Oleh: Tim Dokumentasi dan Publikasi KBG