| Foto: Sumber Pinters |
Bacaan Injil: Matius 10:16-23
“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah tengah serigala. Sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”
Hari ini Yesus tidak menjanjikan bahwa menjadi murid-Nya akan selalu mudah. Sebaliknya, Ia dengan jujur mengatakan bahwa para murid akan menghadapi penolakan, tantangan, bahkan penganiayaan. Namun di balik semua itu, Yesus juga memberikan penghiburan. Ia tidak pernah mengutus murid-murid-Nya sendirian. Roh Kudus akan menyertai dan menuntun mereka dalam setiap situasi.
Sabda ini sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Menjadi orang Katolik yang setia bukanlah perkara mudah. Di tengah dunia yang semakin mengutamakan kepentingan diri sendiri, orang yang memilih hidup jujur sering dianggap bodoh. Orang yang tetap memegang nilai Injil kadang diejek karena dianggap tidak mengikuti perkembangan zaman. Bahkan mereka yang berusaha hidup benar tidak jarang mengalami penolakan, baik di lingkungan kerja, sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Namun Yesus tidak mengajarkan kita untuk membalas kebencian dengan kebencian. Sebaliknya, Ia berkata, “Hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” Kecerdikan tanpa ketulusan akan berubah menjadi kelicikan. Sebaliknya, ketulusan tanpa kebijaksanaan dapat membuat seseorang mudah dipermainkan. Seorang murid Kristus dipanggil untuk memiliki keduanya. Bijaksana dalam mengambil keputusan, tetapi tetap tulus dalam mengasihi dan melayani.
Di tengah kehidupan sekarang, kita sering dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Mempertahankan kejujuran ketika orang lain memilih jalan pintas. Menolak korupsi ketika banyak orang menganggapnya biasa. Membela mereka yang lemah ketika lebih aman untuk diam. Mengampuni ketika hati masih terluka. Semua itu membutuhkan keberanian yang lahir dari iman.
Yesus juga berkata, “Janganlah kamu khawatir tentang bagaimana dan apa yang harus kamu katakan, karena pada saat itu juga akan diberikan kepadamu apa yang harus kamu katakan.” Perkataan ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang setia kepada-Nya. Ketika kita berjuang demi kebenaran, Roh Kudus akan memberi hikmat, keberanian, dan kekuatan yang sering kali melampaui kemampuan kita sendiri.
Santo Benediktus pernah berkata, “Jangan pernah berputus asa akan belas kasih Allah.” Kalimat ini mengajarkan bahwa dalam situasi sesulit apa pun, selalu ada harapan bagi orang yang percaya kepada Tuhan. Kesetiaan kepada Kristus mungkin membawa pengorbanan, tetapi tidak pernah berakhir dengan kesia-siaan. Tuhan melihat setiap air mata, setiap perjuangan, dan setiap langkah kecil yang kita lakukan demi mempertahankan iman.
Paus Fransiskus juga mengingatkan bahwa orang Kristiani dipanggil untuk menjadi terang dunia, bukan mengikuti kegelapan dunia. Dunia membutuhkan lebih banyak orang yang berani hidup dalam kejujuran, kerendahan hati, dan kasih. Kesaksian hidup yang sederhana sering kali lebih kuat daripada seribu kata.
Hari ini marilah kita merenungkan beberapa pertanyaan. Apakah aku tetap berani hidup jujur meskipun harus menanggung risiko? Apakah aku tetap mengasihi orang yang telah menyakitiku? Apakah aku lebih mengandalkan kekuatanku sendiri daripada penyertaan Tuhan? Ataukah aku sungguh percaya bahwa Roh Kudus akan membimbing setiap langkah hidupku?
Menjadi murid Kristus memang tidak selalu membawa kenyamanan. Namun menjadi murid Kristus selalu membawa damai, harapan, dan makna yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Jangan takut menghadapi tantangan. Jangan mundur karena tekanan. Selama Kristus berjalan bersama kita, tidak ada perjuangan yang sia-sia. Justru melalui kesetiaan dalam hal-hal kecil, Tuhan sedang membentuk kita menjadi saksi kasih-Nya bagi dunia.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau tidak pernah meninggalkan kami berjalan sendiri. Di tengah dunia yang sering menolak kebenaran, kuatkanlah hati kami agar tetap setia mengikuti jalan-Mu. Anugerahkanlah kepada kami kebijaksanaan untuk mengambil keputusan yang benar, ketulusan untuk mengasihi tanpa pamrih, serta keberanian untuk mempertahankan iman kami dalam setiap keadaan.
Curahkanlah Roh Kudus-Mu agar menerangi pikiran kami ketika kami bingung, menguatkan hati kami ketika kami takut, dan meneguhkan langkah kami ketika kami mulai lelah. Ajarlah kami untuk tidak membalas kebencian dengan kebencian, tetapi menghadirkan kasih di tengah permusuhan, membawa damai di tengah perpecahan, dan menjadi terang di tengah dunia yang semakin kehilangan arah.
Berkatilah keluarga kami, pekerjaan kami, pelayanan kami, dan setiap orang yang kami jumpai hari ini. Semoga melalui hidup kami, semakin banyak orang mengenal kasih dan kebaikan-Mu. Jadikanlah kami murid-murid yang setia, rendah hati, dan berani menjadi saksi Injil di mana pun Engkau mengutus kami.
Sebab hanya kepada-Mulah kami berharap, dan hanya bersama-Mulah kami menemukan kekuatan untuk menjalani setiap langkah kehidupan.
Amin.
Oleh: Tim Dokumentasi dan Publikasi KBG