| Foto: La oveja perdida (Pinterest) |
Bacaan Injil: Matius 6:24-34
"Janganlah khawatir akan hidupmu."
Hari ini Yesus berbicara tentang satu penyakit batin yang sangat dekat dengan hidup manusia: kekhawatiran. Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Khawatir tentang masa depan, pekerjaan, keluarga, ekonomi, kesehatan, bahkan tentang bagaimana hidup akan berjalan besok.
Yesus berkata:
"Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan."
Kalimat ini keras, tetapi jujur. Sebab sering kali yang kita sebut iman kepada Tuhan, dalam praktiknya bercampur dengan ketakutan yang berlebihan pada dunia.
Kita percaya Tuhan memelihara, tetapi kita tetap hidup seolah semuanya bergantung penuh pada kekuatan kita sendiri.
Hari ini Yesus menunjuk burung di udara dan bunga bakung di ladang. Mereka tidak menimbun, tidak gelisah, tetapi Allah memelihara mereka. Ini bukan ajakan untuk malas, tetapi undangan untuk percaya.
Di zaman sekarang, kecemasan menjadi bagian dari hidup banyak orang. Banyak keluarga memikirkan biaya sekolah anak, harga kebutuhan pokok yang naik, pekerjaan yang tidak pasti, konflik sosial, dan masa depan Gereja yang makin menghadapi tantangan sekularisasi. Banyak orang muda juga gelisah: “Apakah hidup saya akan berhasil?” “Apakah saya punya tempat di dunia ini?”
Bahkan dalam Gereja sendiri, kita kadang lebih sibuk menghitung kekurangan daripada melihat penyelenggaraan Tuhan. Kita khawatir umat berkurang, OMK menjauh, lingkungan sepi, devosi mulai pudar. Tetapi Injil hari ini mengingatkan: Gereja bukan pertama-tama bertahan karena kekuatan manusia, tetapi karena rahmat Allah.
Padre Pio pernah berkata:
"Berdoalah, berharaplah, dan jangan khawatir."
Kalimat ini sederhana, tetapi sangat dalam. Kekhawatiran sering lahir ketika kita ingin mengendalikan semuanya. Padahal hidup ini tidak pernah sepenuhnya ada di tangan kita.
Santa Teresa dari Kalkuta juga mengingatkan:
"Allah tidak memanggilmu untuk sukses, tetapi untuk setia."
Sering kali kita khawatir karena terlalu terikat pada hasil. Tuhan justru meminta kesetiaan dalam proses.
Maka hari ini Yesus memberi arah yang jelas:
"Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya."
Artinya, tempatkan Tuhan lebih dulu. Doa lebih dulu. Ekaristi lebih dulu. Kasih lebih dulu. Kebenaran lebih dulu. Sisanya akan mengikuti menurut cara Tuhan.
Bagi kita yang hidup dalam komunitas, dalam keluarga, dalam pelayanan Gereja, sabda ini penting: jangan biarkan kekhawatiran membuat kita kehilangan sukacita. Sebab orang yang hidup dekat dengan Tuhan mungkin tetap punya masalah, tetapi tidak kehilangan pengharapan.
Kadang kita tidak butuh jawaban atas semua persoalan. Kadang kita hanya butuh keyakinan bahwa Tuhan tetap berjalan bersama kita.
Dan itu sudah cukup.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, sering kali hati kami penuh kekhawatiran dan ketakutan. Ajarlah kami untuk lebih percaya pada penyelenggaraan-Mu. Berilah kami hati yang tenang, iman yang teguh, dan keberanian untuk mencari Kerajaan-Mu lebih dahulu dalam hidup kami. Amin.
Oleh: Dokumentasi dan Publikasi KBG